Oleh :
Drh. Ngakan Putu Oka Susanta, M.Si.
Kepala Seksi Produksi dan Distribusi Semen
UPTD. Balai Inseminasi Buatan Daerah Perbibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak
Buleleng – Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng bersama UPTD Balai Inseminasi Buatan Daerah Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (BIBDPTHPT) Provinsi Bali serta Balai Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Denpasar (BPTU-HPT Denpasar) melakukan pengukuran dan penimbangan sapi qurban hasil inseminasi buatan (IB) di Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng. Salah satu sapi yang diukur tercatat memiliki berat 772 kilogram pada usia 4,5 tahun, jauh di atas rata-rata berat sapi Bali di lapangan yang berkisar 500 kilogram.
Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring terhadap keberhasilan program inseminasi buatan, sekaligus bentuk apresiasi kepada peternak yang telah sukses menerapkan teknologi reproduksi pada ternaknya. Pengukuran dilakukan terhadap dua ekor sapi milik peternak lokal, I Ketut Sukata, yang merupakan binaan inseminator Bapak Kevin. Sapi pertama berbobot 772 kg pada usia 4,5 tahun dan telah dipilih sebagai calon hewan qurban. Sementara sapi kedua memiliki bobot 634 kg pada usia 3,5 tahun dan masih akan menjalani proses penggemukan dengan potensi pertambahan bobot di tahun berikutnya. Kedua sapi tersebut merupakan hasil IB menggunakan pejantan jenis Blandar milik UPTD Balai Inseminasi Buatan, yang bobotnya juga berada di kisaran lebih dari 700 kg, menunjukkan keberhasilan seleksi genetik dalam menghasilkan keturunan unggul.


Kegiatan ini didampingi oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Suparma, S.Pt, bersama tim. Turut hadir pula dari Balai Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Denpasar, drh. Ni Wayan Patmawati sebagai Medik Veteriner, dan Edyanto, S.Pt sebagai Pengawas Bibit Ternak. Dari pihak UPTD BIBDPTHPT, hadir Rahman Seiyawan Ramadian, S.Pt yang juga bertugas sebagai pengawas bibit ternak.

Menurut Made Suparma, kegiatan ini tidak hanya memastikan kelayakan ternak sebagai hewan qurban, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan program IB yang dijalankan pemerintah provinsi melalui UPTD BIBDPTHPT. Dengan pencapaian bobot sapi yang signifikan, hasil IB terbukti memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas ternak lokal. Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus mendukung program ini sebagai bagian dari strategi pengembangan peternakan dan ketahanan pangan hewani di Bali.