GERAKAN PENGENDALIAN OPT SEREALIA DI KABUPATEN TABANAN

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 23 Oktober 2026
Sedang Mendengarkan
GERAKAN PENGENDALIAN OPT SEREALIA DI KABUPATEN TABANAN

Tabanan — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melalui UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHBUN) Bali melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) serealia dengan sasaran penggerek batang padi di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada areal total 40 hektare, masing-masing 20 hektare di dua subak, berdasarkan laporan serangan OPT penggerek batang padi.


Kegiatan tersebut mendapat dukungan alokasi kuota dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (DITLIN TP), Kementerian Pertanian. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan tanaman pangan melalui pengendalian OPT yang terarah, sekaligus mendorong keterlibatan aktif petani dan pemangku kepentingan di tingkat lapangan.
Kepala BPTPHBUN BALI, Ni Putu Winaningsih, S.P.,M.Agb., menyampaikan bahwa “Gerakan Pengendalian OPT Serealia ini merupakan salah satu upaya nyata dalam memperkuat perlindungan tanaman pangan, khususnya terhadap serangan penggerek batang padi yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman.


Melalui dukungan alokasi kuota dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, kegiatan Gerdal dilaksanakan pada areal seluas 40 hektare di Kabupaten Tabanan, yaitu 20 hektare di Subak Kebon Tumpalan dan 20 hektare di Subak Pengembungan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi langkah pengendalian di lapangan, tetapi juga meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya pengamatan rutin, pelaporan dini, dan penerapan Pengendalian Hama Terpadu sesuai rekomendasi petugas.
Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, POPT, PPL, pemerintah desa, aparat kewilayahan, pekaseh, dan anggota subak. Mari kita perkuat sinergi untuk melindungi tanaman pangan, menjaga produktivitas pertanian, dan mendukung ketahanan pangan Bali.”


Pelaksanaan Gerdal pertama berlangsung pada 22 Oktober 2026 di Subak Kebon Tumpalan, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, dengan sasaran penggerek batang padi pada areal seluas 20 hektare.
 

GERAKAN PENGENDALIAN OPT SEREALIA DI KABUPATEN TABANAN2


Kegiatan dilanjutkan pada 23 Oktober 2026 di Subak Pengembungan, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, juga dengan sasaran pengendalian pada areal seluas 20 hektare. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan adalah I Gede Nyoman Pradnyana, SE. “Kami menyambut baik pelaksanaan Gerakan Pengendalian OPT Serealia di Kabupaten Tabanan, khususnya dalam upaya mengendalikan serangan penggerek batang padi.


Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Pertanian, BPTPHBUN Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, POPT, penyuluh, pemerintah desa, dan petani dalam melindungi pertanaman padi dari ancaman OPT. Dengan dukungan alokasi kegiatan dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan pada areal seluas 40 hektare, kami berharap pengendalian dapat berjalan efektif dan meningkatkan kesadaran petani untuk melakukan pengamatan serta melaporkan serangan OPT sejak dini.


Kami mengajak seluruh petani untuk terus menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu demi menjaga produktivitas padi dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tabanan.” Dengan demikian, total areal yang menjadi sasaran Gerakan Pengendalian OPT Serealia di Kabupaten Tabanan mencapai 40 hektare. Penetapan lokasi kegiatan didasarkan pada laporan serangan penggerek batang padi, sehingga pelaksanaan pengendalian dapat diarahkan pada wilayah yang memerlukan penanganan dan pendampingan.
 

GERAKAN PENGENDALIAN OPT SEREALIA DI KABUPATEN TABANAN3


Kegiatan di 2 Subak dihadiri oleh POPT dan staf BPTPHBUN Bali, perwakilan Kabid Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabanan, Koordinator POPT dan POPT, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa , Ketua Pekaseh Subak, serta 40 orang anggota subak. Kehadiran unsur teknis pertanian, pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan petani mencerminkan pentingnya koordinasi lintas pihak dalam upaya perlindungan tanaman.

GERAKAN PENGENDALIAN OPT SEREALIA DI KABUPATEN TABANAN4


Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam pengamatan perkembangan OPT, penentuan langkah pengendalian, serta pemantauan kondisi pertanaman setelah kegiatan. Petani juga memiliki peran penting dalam melakukan pengamatan rutin dan melaporkan gejala serangan sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara tepat waktu.

GERAKAN PENGENDALIAN OPT SEREALIA DI KABUPATEN TABANAN5


Penggerek batang padi merupakan salah satu OPT yang perlu diwaspadai karena dapat merusak tanaman pada fase pertumbuhan tertentu dan berpotensi mengganggu pembentukan malai serta hasil panen. Oleh sebab itu, pengendalian perlu didukung pengamatan lapangan yang berkelanjutan, pengenalan gejala serangan, serta penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sesuai rekomendasi petugas yang berwenang.


Gerakan pengendalian tidak hanya menjadi tindakan penanganan di lapangan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama bahwa perlindungan tanaman merupakan tanggung jawab bersama. Koordinasi antara POPT, penyuluh, pemerintah desa, aparat kewilayahan, pengurus subak, dan anggota subak diperlukan agar langkah pengendalian dapat dilaksanakan secara efektif, aman, dan sesuai kondisi pertanaman.
 

GERAKAN PENGENDALIAN OPT SEREALIA DI KABUPATEN TABANAN6


Melalui pelaksanaan Gerdal OPT Serealia pada areal 40 hektare di Kabupaten Tabanan, diharapkan upaya pengendalian penggerek batang padi dapat berjalan lebih terarah serta memperkuat kesiapsiagaan petani dalam menghadapi ancaman OPT. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong kolaborasi yang berkelanjutan antara petugas pertanian dan masyarakat tani dalam menjaga kesehatan tanaman.

I Ketut Agusiawan anggota Subak menyampaikan bahwa “Kami selaku petani sangat berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan Gerakan Pengendalian OPT penggerek batang padi di subak kami. Kegiatan ini sangat membantu petani dalam meningkatkan pemahaman tentang pengendalian hama. 
 

Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga serangan OPT dapat dikendalikan sejak dini, tanaman padi tumbuh dengan baik, dan hasil panen petani dapat meningkat.
Terima kasih kepada Kementerian Pertanian, BPTPHBUN Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, serta seluruh petugas yang telah mendampingi kami.
 

GERAKAN PENGENDALIAN OPT SEREALIA DI KABUPATEN TABANAN7


Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melalui BPTPHBUN Bali terus mendorong pengamatan rutin, pelaporan dini, dan penerapan pengendalian OPT berdasarkan rekomendasi teknis. Dengan kerja sama yang kuat, perlindungan pertanaman padi diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi pangan dan ketahanan pangan di Provinsi Bali.

Ditulis oleh Admin • Diterbitkan pada 23 Oktober 2026 • Diperbaharui pada 23 Oktober 2026