Sukses Terapkan PPHT Padi, Hasil Panen Subak Desa Timbrah Karangasem Tembus 8,69 Ton/Hektar

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 16 Oktober 2026
Sedang Mendengarkan
Sukses Terapkan PPHT Padi, Hasil Panen Subak Desa Timbrah Karangasem Tembus 8,69 Ton/Hektar

Karangasem – Kegiatan Farm Field Day (FFD) Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Padi sukses dilaksanakan di Subak Desa Timbrah, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem pada Jumat (16/10/2026). Acara ini terselenggara berkat sinergi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang diwakili oleh BPTPHBUN, Direktorat Jenderal Perlindungan Tanaman Pangan (Ditjen TP) Kementan RI, serta Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Pak Putu Wirawan. 

FFD PPHT ini menjadi forum evaluasi dan pembelajaran bersama atas pelaksanaan program PPHT Padi di lahan seluas 25 hektar yang telah dimulai sejak bulan Juni 2026. Walaupun sempat menghadapi kendala berupa debit air yang kecil dan kerusakan jaringan irigasi, semangat 25 peserta petani yang terdiri dari kelian tempek dan 5 peserta wanita ini patut diacungi jempol. Mereka terbukti berhasil menekan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara efektif dan meningkatkan hasil panen secara signifikan. 

Kegiatan diawali dengan doa bersama atau mepamit yang sejalan dengan kearifan lokal Tri Hita Karana, lalu dilanjutkan dengan panen bersama di sawah. Pencatatan hasil ubinan di lapangan menunjukkan peningkatan produktivitas yang sangat memuaskan: 

  • Varietas Inpari 32 (Perlakuan PPHT Tanam Jajar Legowo): Berhasil memproduksi rata-rata anakan 17 dan jumlah rumpun 214, dengan produktivitas mencapai angka 8,69 Ton/Ha GKP. 
  • Varietas Cigeulis (Perlakuan PPHT Tanam Cara Petani): Berhasil mencetak produktivitas hingga 7,2 Ton/Ha GKP. 
  • Perbandingan Non-PPHT: Sebagai perbandingan, perlakuan tanpa PPHT menghasilkan produktivitas sebesar 7,8 Ton/Ha GKP. 

Pencapaian ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala BPTPHBUN Provinsi Bali dan perwakilan Ditjen TP Kementan RI atas konsistensi Subak Desa Timbrah dalam mengaplikasikan 10 pilar praktik ramah lingkungan. 

Sukses Terapkan PPHT Padi, Hasil Panen Subak Desa Timbrah Karangasem Tembus 8,69 Ton Hektar
Sukses Terapkan PPHT Padi, Hasil Panen Subak Desa Timbrah Karangasem Tembus 8,69 Ton Hektar

Dalam rangkaian acara FFD ini, para petani juga memamerkan berbagai inovasi agens hayati dan pestisida nabati (Pesnab) buatan mereka sendiri. Beberapa inovasi unggulan tersebut meliputi Pesnab Ekstrak Daun Mimba, Jadam Microbial Solution (JMS), dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Tak hanya itu, petani juga mempraktikkan inovasi perlindungan tanaman seperti Trap Barrier System (TBS), Rumah Burung Hantu (Rubuha), Bumbung Parasitoid, dan Penanaman Refugia. 

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan anggaran pemerintah berupa dana bantuan bahan praktik sebesar Rp29.250.000 dan dana transportasi untuk 12 kali pertemuan. Melalui pelatihan ini, para petani memberikan testimoni bahwa mereka kini lebih memahami cara membedakan serangga hama, mampu mengurangi penggunaan pestisida kimia berkat pengamatan rutin, serta membuat biaya produksi menjadi lebih efisien. 

Menutup acara, Kelian Subak I Wayan Suarta beserta para kelian tempek menyatakan komitmen kuat mereka untuk terus menyebarluaskan ilmu PPHT kepada 137 orang anggota subak di atas lahan baku seluas 69,35 hektar. Petugas POPT Pak Putu Wirawan juga turut mengimbau para petani untuk konsisten melakukan pengamatan agroekosistem secara mandiri. Diharapkan, pola pertanian terpadu yang ramah lingkungan ini bisa terus berlanjut untuk menjaga kelestarian alam Bali sekaligus mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan nasional.

Ditulis oleh Admin • Diterbitkan pada 16 Oktober 2026 • Diperbaharui pada 22 Oktober 2026