Jembrana – Penggerek batang padi diketahui sebagai salah satu hama utama yang kerap menyerang tanaman padi dan berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. Serangan hama ini ditandai dengan gejala batang tanaman menjadi kering dan menguning, serta pada tingkat serangan yang berat dapat menyebabkan puso atau gagal panen. Upaya pengendalian yang dilakukan diharapkan mampu menekan tingkat serangan sehingga produktivitas padi tetap terjaga.
UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHBUN) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melaksanakan kegiatan pengendalian hama penggerek batang padi di Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini merupakan langkah konkret Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dalam upaya melindungi tanaman padi petani serta menjaga stabilitas produksi pertanian khususnya padi.
Selain pengendalian, petani juga diberikan edukasi mengenai cara budidaya padi yang baik dan ramah lingkungan, seperti pengamatan rutin kondisi tanaman, pengaturan pola tanam, serta penggunaan sarana produksi pertanian yang tepat. Hal ini bertujuan agar petani mampu melakukan pencegahan sejak dini dan tidak bergantung sepenuhnya pada pestisida kimia.

Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara UPTD. BPTPHBUN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dengan petani dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Melalui pengendalian yang tepat dan terkoordinasi, serangan hama diharapkan dapat ditekan, sehingga produktivitas padi tetap terjaga dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Komitmen Distanpangan Bali juga untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan daerah. Melalui pelaksanaan kegiatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan secara berkelanjutan, diharapkan produksi padi di Kabupaten Jembrana tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkesinambungan.
Dalam kesempatannya Kepala UPTD. BBPTPHBUN Putu Winaningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan petani mendapatkan solusi yang tepat dalam mengendalikan hama. Dengan pengendalian yang efektif dan berkelanjutan, diharapkan produktivitas padi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” ujarnya.
Melalui langkah ini, disampaikan juga rasa optimis serangan penggerek batang padi dapat ditekan, sehingga produksi padi tetap optimal dan mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu perwakilan petani Ketut Merta mengungkapkan dan menyambut baik program ini karena memberikan solusi yang lebih efektif, karena kegiatan ini di lakukan serempak dan bersama-sama disampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari UPTD. BPTPHBUN Distanpangan Bali sehingga tanaman padi yang dibudidayakan mendapat pengendalian hama penggerek batang padi.
Gerakan pengendalian penggerek batang padi ini bertujuan untuk menekan tingkat serangan hingga berada di bawah ambang ekonomi, sekaligus meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis, meningkatkan kapasitas serta kemandirian petani dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), dan mendukung pencapaian target produksi padi nasional.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pengendalian terpadu yang melibatkan berbagai komponen pengendalian di tingkat lapangan. Program ini menyasar lahan sawah seluas 20 hektare di Kabupaten Jembrana dengan melibatkan 25 petani sebagai penerima manfaat langsung, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan keberlanjutan usaha tani padi.

Keberhasilan gerakan pengendalian hama penggerek batang padi ini tidak terlepas dari partisipasi aktif petani serta dukungan berbagai pihak terkait. Keterlibatan langsung petani menjadi kunci dalam memastikan setiap tahapan pengendalian berjalan efektif dan tepat sasaran di lapangan.
Di Kabupaten Jembrana, khususnya Subak Pangkung Buluh, Kecamatan Negara, melibatkan 25 petani pada areal seluas 20 hektare yang merupakan alokasi dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat keberhasilan pengendalian hama, menjaga produktivitas padi, serta mendukung keberlanjutan ketahanan pangan daerah.