
Transformasi digital di sektor pertanian terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat akan akses informasi yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau. Menjawab tantangan tersebut, UPTD Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHBUN) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mengembangkan inovasi layanan informasi perbenihan melalui Sistem Informasi Varietas Unggul Baru (SIVAGURU) dan pengembangannya yang dikenal dengan SISUKA (Pengenalan Varietas Berbasis Uji Kesukaan).
Kedua inovasi ini hadir sebagai upaya mempercepat penyebarluasan informasi mengenai varietas unggul baru (VUB) padi yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sekaligus membantu petani dalam menentukan varietas yang paling sesuai dengan kondisi agroekosistem dan preferensi konsumen.
Berawal dari SIVAGURU merupakan inovasi digital yang dikembangkan sebagai media informasi varietas unggul baru komoditas padi. Melalui platform ini, petani, penangkar, produsen benih, penyuluh pertanian, hingga masyarakat umum dapat memperoleh informasi mengenai karakteristik berbagai varietas unggul yang telah diujicobakan di Bali. Keberadaan SIVAGURU menjadi semakin penting mengingat jumlah varietas unggul baru yang telah dilepas Kementerian Pertanian terus bertambah setiap tahun. Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 552 varietas unggul baru padi telah dilepas, terdiri atas 440 varietas padi inbrida dan 112 varietas padi hibrida. Banyaknya pilihan varietas tersebut tentu memerlukan sarana informasi yang mampu membantu petani memilih varietas yang tepat sesuai kebutuhan budidaya maupun permintaan pasar. Daftar varietas unggul baru yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian dengan karakteristik masing-masing dapat dilihat pada link berikut: https://balikom.info/Varietas-Unggul-Baru-KementanRI
Melalui SIVAGURU, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai berbagai keunggulan varietas, mulai dari umur panen, produktivitas, ketahanan terhadap organisme pengganggu tumbuhan (OPT), ketahanan rebah, hingga kualitas hasil panen yang meliputi rasa, aroma, tekstur, dan warna nasi setelah dimasak.
Inovasi ini juga mendukung visi Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Bali sebagai pulau digital dengan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Penangkar, produsen dan pengedar benih memiliki peran yang sangat strategis dalam menjamin keberlangsungan budidaya pertanian yang berkelanjutan dalam pencapaian program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Dalam sistem perbenihan, penangkar benih, produsen benih, dan pengedar benih memiliki peran yang berbeda meskipun saling berkaitan.
Tabel. PerbedaanPenangkar, Produsen dan Pengedar Benih
| Aspek | PenangkarBenih | ProdusenBenih | PengedarBenih |
| Peran utama | Memperbanyak benih | Menghasilkan dan mengelola produksi benih | Menyalurkan dan menjual benih |
| Kegiatanbudidaya | Ya | Ya (langsung atau melalui kemitraan) | Tidak |
| Pengolahanbenih | Terbatas | Ya | Tidak |
| Sertifikasibenih | Mengajukan sertifikasi | Bertanggung jawab atas mutu produk | Tidak mengajukan sertifikasi |
| Hasil akhir | Benih hasil penangkaran | Benih siap edar | Benih sampai ke pengguna |
Dalam upaya pembelian benih bersertifikat, petani dapat mendapatkan informasi tentang keberadaan penangkar dan produsen benih di Provinsi Bali melalui link berikut: https://balikom.info/Daftar-Produsen-Pengedar-Benih-Indonesia-2025
Selanjutnya untuk informasi pemesanan benih padi secara lengkap dapat menghubungi Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) UPTD. BPSBTPHBUN di kabupaten/kota masing-masing dikarenakan kami tidak mengumpulkan informasi pribadi pada website.
SISUKA: Pengembangan Inovasi yang Lebih Partisipatif
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan informasi petani tidak lagi cukup hanya melihat performa tanaman di lapangan. Petani juga membutuhkan gambaran mengenai kualitas hasil panen yang akan diterima konsumen.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, UPTD BPSBTPHBUN mengembangkan inovasi SISUKA (Pengenalan Varietas Berbasis Uji Kesukaan) sebagai pengembangan dari SIVAGURU.
Jika sebelumnya kegiatan pengenalan varietas hanya menampilkan pertumbuhan tanaman dan performa budidaya di lahan, maka melalui SISUKA petani dapat melihat sekaligus menilai kualitas nasi yang dihasilkan dari masing-masing varietas melalui uji organoleptik atau uji kesukaan.
Penilaian dilakukan menggunakan parameter yang dekat dengan kebutuhan konsumen, meliputi:
- Penampilan nasi
- Warna
- Tekstur
- Aroma
- Rasa
Pendekatan ini menjadikan kegiatan pengenalan varietas lebih interaktif dan partisipatif karena melibatkan petani secara langsung dalam proses penilaian.
Hasil kegiatan SISUKA selanjutnya diintegrasikan ke dalam platform SIVAGURU sehingga informasi yang diperoleh tidak hanya menggambarkan performa tanaman di lapangan, tetapi juga tingkat penerimaan konsumen terhadap hasil panennya.
Output kegiatan Pengenalan Varietas SISUKA selanjutnya diunggah melalui fitur SIVAGURU pada website Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali sebagai media sosialisasi dan penyampaian informasi secara digital. Petunjuk pelaksanaan (juklak) kegiatan pengenalan varietas SISUKA dapat dilihat pada link berikut: https://balikom.info/Juklak_Pengenalan_Varietas_SISUKA

Melalui SISUKA, petani memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum memutuskan menanam suatu varietas. Selain mengetahui karakteristik agronomis seperti umur tanaman, potensi hasil, ketahanan terhadap hama dan penyakit, petani juga dapat mengetahui bagaimana kualitas nasi yang dihasilkan berdasarkan penilaian langsung para responden. Informasi tersebut menjadi sangat penting karena keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh tingginya produktivitas, tetapi juga oleh penerimaan pasar terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Dengan demikian, petani memiliki dasar pertimbangan yang lebih kuat dalam melakukan pergiliran varietas maupun memilih varietas unggul baru yang sesuai dengan kebutuhan usaha tani mereka.
Pada Tahun Anggaran 2024, kegiatan pengenalan varietas SISUKA dilaksanakan di Subak Gaga, DesaKeramas, KecamatanBlahbatuh, KabupatenGianyar. Lokasi tersebut dipilih karena memenuhi sejumlah kriteria teknis, antara lain memiliki hamparan sawah minimal satu hektar, ketersediaan air irigasi yang memadai, aksesibilitas yang baik, serta merupakan kawasan sentra produksi padi.
Dalam kegiatan tersebut diperkenalkan empat varietas unggul baru dan satu varietas pembanding yang telah lama dikenal petani, yaitu:
- Inpari 48 Blas
- Inpari 50 Marem
- Pak Tiwi-2
- M70D
- Inpari 32 HDB (varietas pembanding)
Kelima varietas tersebut diamati sejak fase vegetatif hingga fase generatif untuk memperoleh data pertumbuhan, produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta tingkat kerebahan tanaman. Selanjutnya hasil panen diolah menjadi nasi untuk dilakukan uji kesukaan oleh petani sebagai responden.
Keberadaan SISUKA tidak hanya menjadi sarana diseminasi teknologi pertanian, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong percepatan adopsi varietas unggul baru oleh petani.
Melalui informasi yang lebih komprehensif dan mudah diakses secara digital, petani dapat mengurangi ketergantungan pada varietas lama yang produktivitasnya mulai menurun dan beralih kepada varietas yang memiliki potensi hasil lebih tinggi, lebih adaptif terhadap perubahan iklim, serta lebih tahan terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan. Selain itu, inovasi ini juga mendukung tumbuh dan berkembangnya penangkar serta produsen benih unggul bersertifikat di Provinsi Bali, sehingga ketersediaan benih bermutu dapat terus terjaga untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Inovasi yang Terus Berkembang
Sebagai pengembangan dari SIVAGURU, SISUKA menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik di bidang pertanian tidak hanya berfokus pada digitalisasi informasi, tetapi juga pada peningkatan kualitas informasi yang diberikan kepada pengguna layanan.
Melalui kombinasi antara data teknis budidaya, hasil pengamatan lapangan, dan uji kesukaan konsumen, petani kini memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi suatu varietas sebelum mengadopsinya di lahan usaha tani.
Dengan pendekatan tersebut, SIVAGURU dan SISUKA diharapkan menjadi model inovasi layanan informasi pertanian yang mampu mempercepat transfer teknologi, meningkatkan penggunaan varietas unggul baru, serta memperkuat ketahanan pangan Bali yang berkelanjutan. Informasi lengkap tentang Kegiatan Pengenalan Varietas SISUKA di UPTD. BPSBTPHBUN pada Tahun 2024 dan 2025 dapat diakses pada link berikut: https://balikom.info/Pengenalan-varietas-TP
