Denpasar – Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan TVRI bersama melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dipusatkan di halaman stasiun TVRI Pusat Senayan dan dilaksanakan secara bersamaan di 32 stasiun TVRI daerah, termasuk di Provinsi Bali.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang bersamaan juga dengan Hari Raya Nyepi Saka 1948. Kegiatan ini bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Di Bali, kegiatan Gerakan Pangan Murah mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Berbagai komoditas pangan strategis disediakan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, serta beberapa komoditas pangan lainnya yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Saat ini

Terkait perkembangan harga di pasaran, Wayan Sunada menjelaskan bahwa harga cabai saat ini mengalami kenaikan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama kondisi cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, keterbatasan tenaga kerja pada saat musim panen juga turut memengaruhi proses pemanenan dan distribusi hasil produksi.

“Peningkatan harga cabai belakangan ini dipengaruhi oleh cuaca ekstrem yang berdampak pada produksi serta keterbatasan tenaga kerja saat musim panen berlangsung. Namun pemerintah terus melakukan berbagai langkah stabilisasi, salah satunya melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mestabilkan harga bahan pokok, mengendalikan inflasi daerah serta memfasilitasi akses kebutuhan pokok terjangkau, menjelang hari raya besar keagamaan.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya stabilisasi harga pangan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari raya,” ujar Wayan Sunada.

Ia menambahkan bahwa secara umum ketersediaan pangan di Provinsi Bali dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan terhadap stok dan perkembangan harga komoditas pangan strategis.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga pangan di lapangan. Dengan adanya kegiatan seperti Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, diharapkan stabilitas harga pangan dapat tetap terjaga, serta daya beli masyarakat tetap terlindungi menjelang perayaan hari besar keagamaan.