Memanfaatkan Limbah Cangkang Telur

Oleh :
Ni Wajan Leestyawati Palgunadi
Penyuluh Pertanian Ahli Utama,
Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali

Cangkang Telur merupakan lapisan luar dari telur yang berfungsi melindungi semua bagian telur dari kerusakan. Cangkang telur disebut juga kulit telur. Setelah telur dimanfaatkan, maka kulit telur akan menjadi limbah dan dibuang. Bersama dengan limbah yang lainnya, kulit telur akan menimbulkan masalah, terutama masalah lingkungan, seperti menyumbat saluran air yang akhirnya menyebabkan banjir, menimbulkan aroma tidak sedap dan sebagainya. Sebenarnya kulit telur dapat dimanfaatkan bahkan mempunyai nilai ekonomi, misalnya untuk pupuk, pakan ternak, pangan, dan kerajinan tangan bernilai seni tinggi.

Cangkang telur atau kulit telur tersusun dari kapur dan berpori-pori dengan ketebalan 0,2-0,4 mm. Ukuran cangkang telur ada yang besar, ada pula yang kecil tergantung jenis hewan yang menghasilkannya, demikian juga teksturnya ada yang keras ada yang lunak. Permukaan dan warna cangkang berbeda-beda. Cangkang telur ayam berwarna putih-kekuningan sampai coklat, telur bebek berwarna putih kehijauan dan warna cangkang telur burung puyuh bertotol-totol dengan warna tertentu. Cangkang telur pada umumnya beraroma amis.

Cangkang telur mengandung 95.1% garam-garam organik, 3.3% bahan organik (terutama protein), dan 1.6% air. Bahan organik terdiri atas 98.5% calsium karbonat (CaCO3) dan 0.85% magnesium karbonat (MgCO3) (Umar, 2000). Mineral didalam Cangkang telur beratnya 2,25 gram, terdiri dari  2,21 gram Calsium, 0,02 gram Magnesium, 0,02 gram Phosphor serta sedikit besi dan Sulfur (Stadelman and Owen, 1989).

Melihat zat-zat yang terkandung dalam cangkang telur (telur unggas), maka cangkang telur dapat dimanfaatkan antara lain sebagai pupuk, pakan dan campuran makanan. Namun dapat juga dibuat benda seni seperti lukisan dan lainnya.

  1. Cangkang telur ayam sebagai pupuk.

Cangkang mengandung banyak kalsium. Kalsium bagi tanaman bermanfaat untuk:

  • Pertumbuhan dinding sel tanaman,
  • mencegah pembusukan tanaman,
  • penangkal hama,¬†
  • penyubur tanah.

Ada 2 cara memanfaatkan cangkang telur sebagai pupuk tanaman, yaitu: menaburkan langsung cangkang telur di sekitar tanaman dan membuatnya menjadi larutan lalu menyiramkan larutan cangkang telur pada tanaman.

  • Menaburkan secara langsung

Cangkang telur dihancurkan dengan cara diremas atau ditumbuk menjadi bentuk serpihan kecil-kecil. Serpihan cangkang telur ditaburkan langsung di sekitar tanaman.

  • Membuat larutan cangkang telur, dengan cara :
    • cangkang telur yang akan dibuat pupuk, dibersihkan
    • cangkang telur yang sudah bersih lalu direbus di dalam air panas selama 5-10 menit untuk sterilisasi
    • Cangkang telur yang sudah direbus kemudian dijemur supaya kering.
    • Setelah kering selanjutnya ditumbuk sampai halus dan dicampur dengan air sampai terbentuk larutan cangkang telur 10% dan dimasukkan ke dalam botol.
    • Larutan cangkang telur dapat digunakan dengan menyiramkannya pada tanaman.
  1. Cangkang telur untuk pakan ternak.

Kandungan mineral dalam cangkang telur seperti kalsium, fosfor dan magnesium bermanfaat untuk meningkatkan produksi ternak.

Untuk memanfaatkan cangkang telur sebagai pakan, terlebih dahulu cangkang dibuat menjadi bentuk pasir lembut atau tepung.

Cara membuat tepung sangat mudah, yaitu cangkang telur dibersihkan, lalu disterilkan dengan merebusnya dalam air selama 5-10 menit, kemudian dikeringkan. Setelah kering, cangkang telur ditumbuk atau digiling dan diayak sehingga menjadi tepung cangkang telur yang siap digunakan untuk pakan. Cara pemberian tepung cangkang telur kepada ternak dapat dilakukan dengan mencampurkanya dengan dedak atau mencampurkannya dalam ransum pakan. Pemberian tepung cangkang telur ayam dalam ransum  ayam potong sampai level 6% menaikkan produksi ayam potong (Fitriadi, 2017)

  1. Cangkang telur untuk campuran makanan

Cangkang telur mengandung kalsium tinggi. Kalsium sangat bermanfaat bagi tubuh. Manfaat kalsium diantaranya: memelihara kesehatan tulang dan gigi, membantu kinerja otot, mengoptimalkan fungsi saraf, menjaga kesehatan jantung, dan membantu proses pembekuan darah pada luka terbuka. Meskipun demikian konsumsi kalsium yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan Kesehatan. Kebutuhan kalsium pada remaja usia 10-18 tahun: 1.200 miligram/hari. dewasa usia 19-49 tahun: 1.000 miligram/hari. dewasa usia 50 tahun ke atas: 1.200 miligram/hari. (siloamhospitals.com).

Cangkang telur untuk pangan digunakan dalam bentuk tepung. Semakin tinggi penambahan tepung cangkang telur pada produk makanan, semakin meningkat kandungan kalsium pada makanan tersebut (La Ardin, dkk., 2019).

  1. Cangkang telur untuk kerajinan / benda seni

Berbagai benda seni dapat dibuat dari limbah cangkang telur dan mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Sumber bacaan :

Fitriadi, 2017. Optimasi Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Cangkang Telur untuk Peningkatan Produktivitas Pelaku UMKM Peternak Ayam Potong. Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Teuku Umar E-mail: fitriadi@utu.ac.id Jurnal Optimalisasi Vol 3 No 4 APRIL 2017

Inda Ariyanti, 2020. Fortifikasi Tepung Cangkang Telur pada Roti Manis Untuk optimalisasi kandungan kalsium dan mutu Organoleptik. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

La Ardin, dkk., 2019. Formulasi Tepung Cangkang Telur dan Tepung Beras Merah Terhadap Nilai Kalsium dan Organoleptik Kue Karasi. Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, FakultasPertanian, Universitas Halu Oleo,Kendari *Email: ardinlaardin@gmail.com:Telp: +6285256298597. J. Sains dan Teknologi Pangan Vol. 4, No.1, P. 1892-1904, Th 2019