Sistem Informasi Varietas Unggul Baru merupakan terobosan inovasi dari UPTD. Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali sebagai media informasi varietas-varietas unggul baru pada komoditas padi yang sudah dilepas Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan sudah diujicobakan secara langsung pada kegiatan pengenalan varietas sehingga dapat menjadi referensi bagi petani untuk pergiliran atau pergantian varietas lama yang biasa dikembangkan di lahan mereka.
Selain penting untuk petani, SIVAGURU juga bermanfaat bagi penangkar dan produsen benih dalam memilih jenis varietas unggul yang akan dikembangkan dan diperbanyak untuk penyediaan stok benih untuk petani dengan mempertimbangkan berbagai keunggulan varietas meliputi umur panen, kemudahan budidaya, adaptif terhadap cuaca, tahan rebah, tahan serangan OPT, tingkat produksi dan produktifitas serta tingkat kesukaan dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna setelah diolah menjadi nasi.
Untuk menunjang akses masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian, diperlukan adanya penerapan digitalisasi dalam pemberian layanan publik di sektor pertanian. Hal ini selaras dengan misi Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2025-2030 antara lain “Mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital dan mengembangkan pusat kreativitas dan inovasi digital” serta misi “Mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah”.

Varietas Unggul Baru (VUB)
Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (2026), jumlah varietas unggul baru (VUB) yang telah dilepas sebanyak 552 varietas terdiri dari 440 varietas padi inbrida dan 112 varietas padi hibrida dalam kisaran Tahun 1940 sampai 2026. Daftar varietas unggul baru yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian dengan karakteristik masing-masing dapat dilihat pada link berikut: https://balikom.info/Varietas-Unggul-Baru-KementanRI
Daftar penangkar, produsen dan pengedar benih tanaman pangan di PROV. BALI
Penangkar, produsen dan pengedar benih memiliki peran yang sangat strategis dalam menjamin keberlangsungan budidaya pertanian yang berkelanjutan dalam pencapaian program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Dalam sistem perbenihan, penangkar benih, produsen benih, dan pengedar benih memiliki peran yang berbeda meskipun saling berkaitan.
Tabel. Perbedaan Penangkar, Produsen dan Pengedar Benih
| Aspek | Penangkar Benih | Produsen Benih | Pengedar Benih |
| Peran utama | Memperbanyak benih | Menghasilkan dan mengelola produksi benih | Menyalurkan dan menjual benih |
| Kegiatan budidaya | Ya | Ya (langsung atau melalui kemitraan) | Tidak |
| Pengolahan benih | Terbatas | Ya | Tidak |
| Sertifikasi benih | Mengajukan sertifikasi | Bertanggung jawab atas mutu produk | Tidak mengajukan sertifikasi |
| Hasil akhir | Benih hasil penangkaran | Benih siap edar | Benih sampai ke pengguna |
Dalam upaya pembelian benih bersertifikat, petani dapat mendapatkan informasi tentang keberadaan penangkar dan produsen benih di Provinsi Bali melalui link berikut: https://balikom.info/Daftar-Produsen-Pengedar-Benih-Indonesia-2025
Selanjutnya untuk informasi pemesanan benih padi secara lengkap dapat menghubungi Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) UPTD. BPSBTPHBUN di kabupaten/kota masing-masing dikarenakan kami tidak mengumpulkan informasi pribadi pada website.
PENGENALAN VARIETAS SISUKA
Kegiatan Pengenalan Varietas Sisuka (berbasis uji kesukaan) merupakan salah satu inovasi kreatif dari UPTD. Balai Pengawasan, Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali dalam memperkenalkan varietas-varietas unggul baru (VUB) yang berpotensi baik untuk dikembangkan oleh petani dilihat dari sisi keunggulan budidaya maupun kualitas produk olahannya dalam hal ini berupa nasi melalui uji organoleptik dengan beberapa parameter meliputi warna, tekstur, aroma dan rasa.
Sebelum adanya inovasi ini, kegiatan pengenalan varietas hanya menampilkan pertumbuhan tanaman di lapangan. Kini kegiatan pengenalan varietas dikembangkan menjadi lebih menarik dan partisipatif dengan menambahkan uji kesukaan atau uji organoleptik terhadap nasi yang dihasilkan. Pengenalan varietas SISUKA merupakan salah satu kontributor informasi dari SIVAGURU (Sistem Informasi Varietas Unggul Baru) yang menampilkan intisari dari kegiatan pengenalan varietas secara lebih luas dan digital sehingga capaian kegiatan dapat tersosialisasi kepada seluruh pengguna layanan atau masyarakat dengan cepat.
Pengenalan Varietas Sisuka memberikan berbagai manfaat diantaranya petani memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai keunggulan varietas unggul baru, baik dari aspek budidaya maupun kualitas hasil panennya. Kegiatan ini juga memberikan lebih banyak pilihan varietas yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan pasar.
Selain itu, inovasi ini menjadi media pembelajaran bagi petani, penyuluh pertanian, dan Pengawas Benih Tanaman dalam mempercepat penyebaran informasi teknologi varietas unggul baru serta mendorong tumbuhnya penangkar dan produsen benih unggul bersertifikat di Provinsi Bali.
Alur kegiatan pengenalan varietas sisuka
Pengenalan Varietas SISUKA merupakan terobosan inovasi untuk memperkenalkan varietas unggul baru (VUB) yang sudah dilepas Kementerian Pertania Republik Indonesia, sehingga petani dapat melihat langsung keragaan pertumbuhan tanaman padi sekaligus kualitas nasi yang dihasilkan melalui uji kesukaan/ organoleptik sebelum memutuskan untuk menanam varietas tersebut disesuaikan dengan agroklimat lingkungan setempat. Melalui kegiatan ini, diharapkan tingkat ketertarikan petani terhadap varietas unggul baru semakin tinggi sehingga dapat mendorong petani melakukan pergiliran atau pergantian varietas lama ke varietas unggul baru. Output kegiatan Pengenalan Varietas SISUKA selanjutnya diunggah melalui fitur SIVAGURU pada website Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali sebagai media sosialisasi dan penyampaian informasi secara digital. Adapun alur kegiatan pengenalan varietas SISUKA sebagai berikut:

Pengenalan Varietas SISUKA di UPTD. BPSBTPHBUN Tahun Anggaran 2024
Kegiatan pengenalan varietas SISUKA khususnya komoditas padi inbrida dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya melalui dana APBN maupun APBD Provinsi Bali. Pada Tahun 2024 kegiatan pengenalan varietas dilaksanakan di Subak Gaga, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Pemiihan lokasi tersebut didasari beberapa pertimbangan penting diantaranya tersedianya lahan sawah dengan luasan minimal 1 hektar dalam 1 hamparan, akses ke lokasi mudah, bukan daerah endemis serangan OPT, tersedia air irigasi cukup dan memadai serta merupakan sentra produksi padi.
Dalam kegiatan tersebut diperkenalkan sekaligus diujicobakan 4 (empat) varietas unggul baru (VUB) komoditas padi yang sudah dilepas Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta 1 varietas unggul lama yang sudah biasa dan sering ditanam oleh petani setempat sebagai varietas pembanding. Adapun varietas-varietas yang diujicobakan dalam kegiatan demplot sebagai berikut:
Tabel. Varietas Unggul Baru yang Diperkenalkan
| No. | Nama Varietas | Tahun Pelepasan Kementan | Keterangan |
| 1. | lnpari 48 Blas | 2020 | VUB |
| 2. | Inpari 50 Marem | 2021 | VUB |
| 3. | Pak Tiwi-2 | 2012 | VUB |
| 4. | M70D | 2017 | VUB |
| 5. | Inpari 32 HDB | 2013 | VUB (Pembanding) |
Karakteristik masing-masing varietas unggul baru (VUB) yang diujicobakan pada kegiatan pengenalan varietas di Subak Gaga pada Tahun 2024 adalah sebagai berikut:
| Inpari 32 | |
| Umur tanaman | 120 hari setelah sebar |
| Tinggi tanaman | 97 cm |
| Jumlah gabah per malai | ± 118 butir |
| Bentuk gabah | Medium |
| Warna gabah | Kuning bersih |
| Kerontokan | Sedang |
| Kerebahan | Agak tahan |
| Tekstur nasi | Sedang |
| Berat 1000 butir | 27,1 gram |
| Rata-rata hasil | 6,30 ton/ha GKG |
| Potensi hasil | 8,42 ton/ha GKG |
| Ketahanan terhadap hama | Agak rentan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1,2, dan 3 |
| Ketahanan terhadap penyakit | Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan patotipe IV dan VIII. Tahan blas ras 033, agak tahan ras 073, rentan terhadap blas ras 133 dan 173 serta agak tahan tungro ras Lanrang |
| Anjuran tanam | Cocok ditanam diekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl |
| Inpari 50 Marem | |
| Umur panen | ± 114 hari setelah semai |
| Tinggi tanaman | ± 106 cm |
| Jumlah gabah per malai | ± 117 butir |
| Bentuk gabah | Medium |
| Warna gabah | Kuning jerami |
| Kerontokan | Sedang |
| Tekstur nasi | Pera |
| Berat 1000 butir | ± 26,9 gram |
| Rata-rata hasil | ± 7,56 ton/ha |
| Potensi hasil | ± 9,69 ton/ha |
| Ketahanan terhadap hama | Agak tahan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1, agak rentan terhadap biotipe 2 dan biotipe 3 |
| Ketahanan terhadap penyakit | Rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe III dan IV, tahan terhadap patotipe VIII. Tahan tehadap penyakit blas ras 033, ras 073, ras 173 dan agak tahan ras 133. Rentan terhadap penyakit tungro inokulum Garut dan Purwakarta |
| Anjuran tanam | Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl |
| Pak Tiwi-2 | |
| Umur panen | 106 – 122 hari setelah semai |
| Anakan produktif | 16 – 17 batang |
| Kerebahan | Tahan |
| Tekstur nasi | Pulen |
| Rendemen beras giling | 69% |
| Warna beras | Putih bersih (bening) |
| Potensi hasil | ±10,3 ton/ha |
| Ketahanan terhadap hama | Tahan terhadap wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1 dan 2 |
| Ketahanan terhadap penyakit | Tahan terhadap hawar daun bakteri (HDB) patotipe III |
| Anjuran tanam | Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-700 mdpl |
| M70D | |
| Umur panen | ± 63 hari setelah tanam |
| Tinggi tanaman | ± 120 cm |
| Tekstur nasi | Cukup pulen |
| Berat 1000 butir | ± 28 gram |
| Rata-rata hasil | ± 9,5 ton/ha |
| Potensi hasil | ± 12 ton/ha |
| Ketahanan terhadap hama | Agak tahan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1 dan 2, agak peka terhadap biotipe 3 |
| Ketahanan terhadap penyakit | Agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III dan IV, agak peka terhadap patotipe VIII. Tahan tehadap penyakit blas ras 033 dan ras 073, peka terhadap ras 133 dan ras 173. Rentan virus tungro isolate Subang, Lanrang dan Magelang. |
| Anjuran tanam | Baik ditanam untuk lahan sawah dataran rendah pada ketinggian 0-300 mdpl |
| Inpari 48 Blas | |
| Umur tanaman | ± 121 hari setelah sebar |
| Tinggi tanaman | ± 124 cm |
| Jumlah gabah per malai | ± 96 butir |
| Bentuk gabah | Ramping |
| Warna gabah | Kuning jerami |
| Kerontokan | Sedang |
| Kerebahan | Sedang |
| Tekstur nasi | Pulen |
| Berat 1000 butir | ± 29,70 gram |
| Rata-rata hasil | ± 7,64 ton/ha |
| Potensi hasil | ± 9,13 ton/ha |
| Ketahanan terhadap hama | Agak tahan terhadap WBC biotipe 1, 2, dan 3, serta agak rentan WBC populasi lapang Sukamandi |
| Ketahanan terhadap penyakit | Agak tahan terhadap penyakit HDB patotipe III, IV, dan rentan terhadap patotipe VIII. Tahan terhadap blas ras 033, agak tahan ras 073, 133, dan 173. Rentan terhadap penyakit tungro inokulum Garut dan Purwakarta. |
| Anjuran tanam | Baik ditanam pada lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl |
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan baik pada fase vegetatif maupun fase generatif diperoleh data sebagai berikut:
Tabel. Hasil Pengamatan Vegetatif dan Generatif
| No. | Nama Varietas | Rata-Rata Jumlah Anakan | Rata-Rata Tinggi Tanaman (cm) | Umur Tanaman (hari) | Produksi GKP (ton/ha) |
| 1. | lnpari 48 Blas | 21,1 | 117,82 | 120 | 7,555 |
| 2. | Inpari 50 Marem | 17,8 | 112,34 | 114 | 6,816 |
| 3. | Pak Tiwi-2 | 17,1 | 100,28 | 112 | 7,664 |
| 4. | M70D | 17,0 | 114,37 | 90 | 6,839 |
| 5. | Inpari 32 HDB | 25,1 | 100,60 | 114 | 6,846 |
| No. | Nama Varietas | Rata-Rata Intensitas Serangan OPT | Tingkat Kerebahan (%) | ||||
| Hama Putih | Wereng Coklat | Penggerek Batang | Blast | Hawar Daun | |||
| 1. | lnpari 48 Blas | Ringan | – | – | – | Ringan | 29,06 |
| 2. | Inpari 50 Marem | – | – | Ringan | – | Sedang | 6,19 |
| 3. | Pak Tiwi-2 | – | – | – | – | Ringan | 3,89 |
| 4. | M70D | – | – | – | – | – | 0,04 |
| 5. | Inpari 32 HDB | – | – | – | – | – | 1,22 |
Untuk meningkatkan ketertarikan petani dan masyarakat terhadap varietas-varietas unggul baru yang diujicobakan melalui demplot pengenalan varietas, dilakukan uji organoleptik/ uji kesukaan oleh beberapa responden dari petani dengan memanfaatkan kepekaan panca indera pada nasi hasil olahan masing-masing varietas tersebut meliputi penampilan, warna, tekstur, rasa dan aroma.
Berdasarkan hasil penilaian responden petani terhadap hasil olahan masing-masing varietas berupa nasi diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel.Hasil Uji Kesukaan/Organoleptik
| No. | Nama Varietas | Peringkat Kesukaan Responden/ Petani Berdasarkan Hasil Uji Organoleptik pada Beberapa Parameter | ||||
| Penampilan | Warna | Tekstur | Rasa | Aroma | ||
| 1. | lnpari 48 Blas | II | III | V | II | III |
| 2. | Inpari 50 Marem | IV | I | III | V | V |
| 3. | Pak Tiwi-2 | III | V | IV | III | IV |
| 4. | M70D | V | IV | I | IV | I |
| 5. | Inpari 32 HDB | I | II | II | I | II |
Informasi lengkap tentang Kegiatan Pengenalan Varietas SISUKA di UPTD. BPSBTPHBUN pada Tahun 2024 dan 2025 dapat diakses pada link berikut: https://balikom.info/Pengenalan-varietas-TP
