
Denpasar – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali memastikan ketersediaan pangan strategis dan hewan ternak dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyampaikan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dilakukan untuk menjaga pasokan, stabilitas harga, serta keamanan pangan selama periode peningkatan permintaan menjelang hari raya.
Berdasarkan hasil pemantauan produksi dan stok pangan di seluruh kabupaten/kota, komoditas pangan utama seperti beras, cabai, bawang merah, bawang putih, daging, telur, serta aneka sayuran berada dalam kondisi yang memadai. Produksi pertanian lokal Bali terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah.
“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kami memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman. Produksi pertanian dan peternakan di Bali masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, didukung oleh koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi,” ujar Sunada.
Distanpangan Bali terus melakukan pemantauan harga dan pasokan secara berkala di pasar tradisional maupun modern. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi secara dini potensi gejolak harga serta memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen.
Momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan yang identik dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjadi perhatian khusus pemerintah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, peternak, pelaku usaha pangan, distributor, dan masyarakat terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu petani dalam memasarkan hasil produksinya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali akan menyelenggarakan Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Minggu, 7 Juni 2026, mulai pukul 06.00 WITA hingga selesai, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, tepatnya di depan Kantor Gubernur Bali, Denpasar.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperpendek rantai distribusi pangan dari produsen kepada konsumen, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sementara petani memperoleh akses pemasaran yang lebih luas dan nilai jual yang lebih baik.
Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah akan menghadirkan petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), pelaku usaha pangan, serta pengolah hasil pertanian dari berbagai kabupaten di Bali. Beragam komoditas pangan segar dan produk olahan hasil pertanian akan dipasarkan secara langsung kepada masyarakat, mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, cabai, bawang, telur, daging ayam, produk peternakan lainnya, hingga aneka pangan olahan lokal unggulan Bali.
Menurut Sunada, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi petani serta pelaku usaha pertanian lokal, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
“Melalui Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin mempertemukan langsung produsen dan konsumen sehingga petani memperoleh nilai jual yang lebih baik, sementara masyarakat dapat membeli kebutuhan pangan dengan harga yang wajar. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi daerah,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Bali mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan serta mengutamakan konsumsi produk pertanian dan peternakan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap petani dan peternak Bali. Masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah sebagai sarana memperoleh kebutuhan pangan berkualitas dengan harga terjangkau menjelang perayaan hari raya.
Dengan kondisi produksi yang baik, stok pangan yang memadai, pengawasan kesehatan hewan yang berkelanjutan, serta dukungan berbagai program stabilisasi pasokan dan harga pangan, Bali optimistis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan sehingga umat Hindu dapat menjalankan rangkaian hari suci dengan aman, nyaman, dan penuh sukacita.
