Kesuburan tanah merupakan fondasi utama dalam menghasilkan benih dan bibit tanaman yang berkualitas. Seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem budidaya yang ramah lingkungan, diperlukan inovasi dalam pengelolaan bahan organik agar menjadi media tanam yang subur, sehat, dan berkelanjutan.

UPTD Balai Benih Induk Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BBITPHBUN) Provinsi Bali terus mengembangkan berbagai inovasi untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah “ Aplikasi Dekomposer Organik berbasis Effective Microorganisms (EM4) “ untuk mengolah sampah organik, terutama dedaunan dan sisa tanaman, menjadi kompos berkualitas.

Inovasi ini lahir sebagai solusi atas meningkatnya volume limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan pemeliharaan kebun induk, dan lingkungan sekitar berupa serasah dedaunan dari berbagai komoditi tanaman, seperti durian, manggis, jeruk dan yang lainnya. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menumpuk dalam kapasitas banyak, menimbulkan pencemaran, serta meningkatkan biaya pengelolaan. Melalui pemanfaatan dekomposer EM4, proses penguraian bahan organik dapat berlangsung lebih cepat sehingga menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi tanaman pada kebun UPTD.BBITPHBUN. EM4 mengandung mikroorganisme yang membantu mempercepat dekomposisi bahan organik, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, dan mendukung ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Pelaksanaan inovasi diawali dengan pengumpulan dan pencacahan sampah dedaunan, kemudian dicampur dengan larutan EM4 dan sumber energi berupa molase atau gula merah. Selanjutnya bahan ditumpuk dan dijaga kelembapannya selama proses fermentasi hingga menjadi kompos matang. Kompos yang dihasilkan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik pada kebun induk, area pembibitan, dan lahan demonstrasi milik UPTD BBITPHBUN.

Penerapan inovasi ini memberikan berbagai manfaat, antara lain mengurangi volume sampah organik, meningkatkan efisiensi biaya pengadaan pupuk, memperbaiki kesuburan tanah, serta mendukung penerapan pertanian ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini menjadi media edukasi bagi petani, kelompok tani, pelajar, dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik dengan prinsip ekonomi sirkular.

Melalui inovasi aplikasi dekomposer, UPTD.BBITPHBUN Provinsi Bali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendukung penyediaan benih bermutu dan pembangunan sektor pertanian yang produktif, efisien, dan berwawasan lingkungan. Inovasi ini diharapkan dapat direplikasi oleh berbagai instansi maupun masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan di Provinsi Bali.

BUKU PEDOMAN TEKNIS APLIKASI DEKOMPOSTER bisa Download disini : https://distanpangan.baliprov.go.id/wp-content/uploads/2026/07/11.-BUKU-PEDOMAN-TEKNIS-APLIKASI-DEKOMPOSER.pdf

Informasi detail dapat disimak pada video berikut ini :