Maggot Sumber Pakan Bergizi Tinggi

Disusun oleh: Ni Wajan Leestyawati PalgunadiPenyuluh Pertanian di Distanpangan Provinsi Bali Manggot adalah larva (berupa ulat) dari jenis lalat Black Soldier Fly yang biasa disebut lalat BSF. Larva ini merupakan fase kedua dari proses metamorphosis atau proses perkembangan dari telur menjadi lalat dewasa. Lalat BSF termasuk jenis lalat besar, berwarna hitam dan kaki-kakinya berwarna putih….

Read More

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Rabies Pada Himpunan Wanita Disabilitas di Kabupaten Gianyar

Oleh :Florika Perdana Sari, S.PtAnalis Pakan TernakDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menular dari gigitan atau cakaran hewan yang terkena rabies. Virus rabies akan menyerang ke otak sehingga akan mengganggu system syaraf hewan atau manusia yang terkena virus rabies. Parahnya jika…

Read More

Provinsi Bali Mendapatkan 2 Penghargaan dari Badan Pangan Nasional

Indeks Ketahanan Pangan (IKP) merupakan bagian dari dokumen Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA)  atau Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan merupakan instrumen untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan terhadap terjadinya rawan pangan di wilayah secara komprehensif yang disusun dengan tujuan mengevaluasi capaian ketahanan pangan dan gizi serta memberikan gambaran dalam bentuk peringkat pencapaian ketahanan pangan provinsi dan…

Read More

Mendorong Produk Pertanian Lokal Bali menjadi Tuan Rumah di Tanah Sendiri

Oleh:I Wayan Suarjana, S.TPAnalis Pasar Hasil Pertanian Ahli Pertama Indonesia terletak di posisi geografis dan astronomis yang sangat menguntungkan bagi sistem hulu dan hilir pangan, jika mau dikelola dengan maksimal. Sumber daya alam yang melimpah ditambah dengan besarnya tenaga kerja menjadi modal penting dalam pengembangan sentra-sentra pangan. Food estate yang diinisiasi Pemerintah Republik Indonesia menjadi…

Read More

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Tahun 2022

Good governance merupakan prasyarat bagi setiap penyelenggara pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa bernegara. Sejalan dengan itu dalam rangka pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor : 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 589/IX/6/Y/1999 tanggal 20 September 1999, yang kemudian diperbaharui dengan keputusan Nomor 239/IX/6/2003…

Read More

Cabai Terpedas di Dunia dengan Manfaat Kesehatan yang Tak Terduga

Oleh:I Gede Vibhuti Kumarananda, S.P.Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Cabai Carolina Reaper adalah cabai terpedas di dunia. Cabai ini berasal dari Amerika Serikat dan telah mendapatkan ketenaran global sebagai cabai paling pedas di dunia. Cabai ini memiliki nilai Scoville hingga 2,2 juta, yang jauh lebih pedas dari cabai habanero yang hanya memiliki nilai Scoville sekitar 350…

Read More

Tingkat Kecukupan Gizi Konsumsi Pangan Masyarakat Provinsi Bali Berdasarkan Penggolongan Pengeluaran

Oleh:Ir. Ni Wayan Suarni, M.Si.Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam…

Read More

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Penyakit Rabies

Ni Wajan Leestyawati PalgunadiPenyuluh Pertanian Utama di Distanpangan Provinsi Bali Penyakit rabies adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus rabies atau lyssa virus. Penyakit rabies menyerang semua hewan berdarah panas yaitu hewan menyusui yang berbulu atau berambut. Penyakit ini bersifat zoonosis, artinya selain menyerang hewan, penyakit rabies juga menyerang manusia. Penularan penyakit rabies dari…

Read More

Belajar Singkat dan Studi Lapang Biosaka di Blitar pada Tanggal 11-13 Desember 2022

Oleh: Ir. Anang Priyono MSc. POPT Ahli Madya Biosaka yang merupakan singkatan dari kata Bio dan Saka, Bio artinya hayati atau herbal dalam hal ini yaitu dari jenis rumput dan dedaunan, sedangkan SAKA yaitu Selamatkan Alam dan Kembali ke Alam.  Jadi dengan bahan rerumputan dan dedaunan dapat digunakan untuk mendukung alam menjadi harmoni. Biosaka bukan…

Read More

Pelatihan Pembuatan Biosaka di Subak Sembung, Desa Peguyangan Kota Denpasar

Oleh :Komang Riska Wardani(POPT Ahli Pertama UPTD. BPTPHBUN Provinsi Bali) Pada hari Selasa, 6 Desember 2022 para petani di Subak Sembung Desa Peguyangan  Kota Denpasar bersama petugas pertanian Kota Denpasar juga Provinsi Bali dilatih pembuatan Biosaka. Kegiatan pelatihan disaksikan langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Suwandi, M.Si, dan penyampain materi oleh…

Read More